Selasa, 11 Maret 2014

makna surat al-waqiah



SURAT AL-WAAQIAH
(peristiwa kiamat)

Di turunnkan di makkah, 96 ayat

Dengan nama alloh yang maha pengasih dan penyayang

1.      Apabila peristiwa kiamat telah terjadi
2.      Maka tiada seorangpun yang mendustakan kejadiannya
3.      (ketika itu) ada orang yang rendah (hina,kafir) dan ada pula orang yang tinggi (mulia, mu’min)
4.      Apabila bergoyang bumi segoyang-goyangnya
5.      Dan hancur gunumg-gunung sehancur-hancurnya
6.      Sehingga ia menjadi debu yang berterbangan
7.      (ketika itu) kamu ada tiga macam
8.      Golongsn ksnsn. Siapakah golongan kanan itu?, (orang-orang mukmin yang di tunjukkan buku amalannya dari sebelah kanannya)
9.      Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu? (orang-orang kafir yang di tunjukkan buku amalannya dari sebelah kirinya)
10.  Dan orang-orang dahulu yang terdahulu (masuk islam)
11.  Mereka itu orang yang hampir di sisi tuhan
12.  Dalam surga kesenangan
13.  Mereka itu banyak di antara orang-orang yang dahulu.
14.  Dan sedikit di antara orang-orang yang kemudian
15.  Mereka di atas dipan, yang bertahtakan (emas dan intan)
16.  Sedang mereka bersandar di atasnya dan berhadap-hadapan,
17.  mereka di kelilingi (di layani) oleh anak-anak yang berkekalan
18.  (menghidangkan) cangkir-cangkir dan kendi-kendi dan gelas arak yang mengalir
19.  Mereka tiada pusing dan tiada pula mabuk karena miniman itu.
20.  Dan buah-buahan di antara apa-apa yang mereka sukai
21.  Dan daging burung yang mereka ingini.
22.  Di samping mereka itu ada bidadari
23.  Seperti mutiara yang tersimpan rapi
24.  (sebagai) balasan bagi amalan yang mereka kerjakan.
25.  Mereka tiada mendengar di dalamnya omong kosong dan tidak pula yang mendosakan.
26.  Melainkan ucapan selamat-selamat
27.  Golongan kanan, siapakah golongan kanan itu?
28.  Mereka dalam pohon sidr yang tidak berduri
29.  Dan pohon-pohon pisang yang tersusun
30.  Dan naung yang terbentang
31.  Dan air yang mengalir terus
32.  Dan buah-buahan yang banyak.
33.  Yang tidak putus-putus dan tidak pula terlarang
34.  Dan hamparan yang tinggi
35.  Sesungguhnya kami adakan (untuk mereka) bidadari-bidadari dengan suatu kejadian
36.  Lalu kami jadikan mereka itu tetap perawan
37.  Cinta kepada suaminya sebaya umurnya,
38.  (semua itu) untuk orang-orang golongan kanan.
39.  (mereka itu) banyak orang-orang yang dahulu.
40.  Dan banyak pula di antara orang-orang yann kemudian
41.  Orang-orang golongan kiri, siapakah orang-orang golongan  kiri itu?
42.  Mereka dalam api yang panas dan air yang panas
43.  Dan naungan asap yang hitam
44.  Yang tiada sejuk dan tiada pula baik.
45.  Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) bersenang-senang (bermewah-mewah)
46.  Dan mereka terus-menerus (memperbuat) dosa besar.
47.  Dan mereka itu berkata: apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-tulang, adakah kami akan di bangkitkan kembali
48.  Dan manakah bapa-bapa kami yang dahulu?
49.  Katakanlah; sesungguhnya orang-orang dahulu dan orang-orang kemudian
50.  Akan di himpunkan pada waktu hari yang sudah di tentukan.
51.  Kemudian, sesungguhnya kamu, hai orang-orang yang sesat, dan mendustakan
52.  Akan memakan pohon zaqum
53.  Sehingga memenuhi perutmu karenanya.
54.  Lalu kamu meminum air yang sangat panas
55.  Lalu kamumeminumnya seperti (unta) yang sangat haus
56.  Inilah hidangan (yang di sediakan) untuk mereka pada hari pembalasan.
57.  Kami telah mennjadikan kamu, maka mengapakah kamu tidak membenarkan (hari kebangkitan itu)?
58.  Adakah kamu lihat, mani yang kamu tumpahkan (kedalam rahim perempuan)?
59.  Kamukah yang menjadikannya atau kamikah yang menjadikannya?
60.  Kami telah mentaqdirkan (mengatur) mati antara kamu dan bukanlah kami lemah
61.  Bukan menukar kamu dengan (umat) seumpama kamudan menjadikan kamu dalam alam (hal) yang tidak kamu ketahui.
62.  Sesungguhnya kamu telah mengetahui kejadian yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil peringatan (dari padanya tentang kejadian yang kedua)?
63.  Adakah kamu lihat apa yang kamu tanam?
64.  Kamulah yang menumbuhkannya atau kamilah yang menumbuhkannya?
65.  Kalau kami kehendaki, niscaya kami jadikan dia kurus kering (hancur) lalu kamu ta’jub karenanya.
66.  (Lalu katamu) ; sesungguhnya kami telah membayar (ongkosnya)
67.  Tetapi kami tidak mendapat hasilnya
68.  Adakah kamu lihat air yang kamu minum?
69.  Kamukah yang menurunkannya dari awan atau kamikah yang menurunkannya?
70.  Jikalau kami kehendaki niscaya kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak berterima kasih?
71.  Adakah kamu lihat api yang kamu nyalakan (dengan kayu)
72.  Kamukah yang menjadikan pohon atau kamikah yang menjadikannya?
73.  Kami jadikan api itu menjadi peringatan (untuk api neraka) dan berguna untuk-orang-orang berjalan di padang pasir.
74.  Maka tasbihlah (sucikanlah) nama tuhanmu yang maha besar
75.  Aku bersumpah dengan tempat terbenam bintang-bintang
76.  Sungguh sumpah itu adalah sumpah yang besar jika kamu tahu.
77.  Sesungguhnya quran yang di baca ini ialah qur’an yang mulia
78.  Dalam kitab yang terpelihara
79.  Tiadalag yang menyentuhnya melainkan mereka yang suci
80.  Di turunkan dari tuhan semesta alam
81.  Adakah perkataan ini (al-quran) kamu permudah-mudah (kamu dustakan)?
82.  Dan kamu jadikan (mensyukuri) rizkimu dengan mendustakan tuhan?
83.  Mengapakah tidak kamu kembalikan ruh, bila ia sampai ke kerongkongan (hamper mati)
84.  Sedang kamu ketika itu melihatnya.
85.  Dan kami lebih hamper kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak mengetahui.
86.  Jika kamu tidak akan di balasi (di akhirat menurut dugaanmu)
87.  Mengapa tidak kamu kembalikan roh itu jika kamu benar?
88.  Adapun jika mayat itu di antara orang-orang yang hampir (kepada tuhan)
89.  Maka untuknya kesenangan, rizki yang baik dan surge kenikmatan.
90.  Adapun ia di antara golongan kanan
91.  Maka keselamatanlah bagi engkau, karena ia golongan kanan.
92.  Adapun jika ia di antara orang-orang yang mendustakan lagi sesat
93.  Maka hidangan rizkinya ialah air yang sangat panas.
94.  Dan masuk neraka
95.  Maka sesungguhnya ini adalah haqqul yakin (sebenar-benarnya yakin)
96.  Maka tasbihlah (sucikanlah) nama tuhanmu yang maha besar.

Senin, 06 Januari 2014

Kitab Sirojul Ma'arif



Ulasan tentang kitab tafsir sirojul ma’arif.


Latar belakang
Kitab sirojul ma’arif di susun oleh syaikh Muhammad syaikh siroj al arif  inbu syafi’I setelah beliau mendapat  wejangan dari dari nabi khidhir As, yang bertepatan pada hari jum’at pahing tanggal 11 sya’ban tahun 1398 hijriyah.




KATA PENGANTAR

       Alhamdulillahi robbil alamin wa shalatu wa salam ala asrofil mursalin wa ala aalihi washokh bihi wasallim ajma’iin. Ashadu allailaha illalloh wakhdahu la syariikalah wa ashadu anna sayyidina muhammadan abduhu warosuluh amma ba’du.


BAB I

Iman, tauhid, islam

Hadits:
   
       wayajibu ala kulli muslimin wamuslimatin tsalasatal asya’ akhaduhal iman watsaniha tauhid, watsalisuhal islam. Wasyartil iman bil ilmin liannal iman bila ilmin lam tasikh imanuhu.

       Artinya; yang wajib bagi orang muslimin dan muslimat itu ada 3. Yang pertama adalah iman’ taukhid, islam.

       Syarat orang beriman itu harus di dasari dengan ilmu, sebab orang yang beriman tetapi tidak di dasari dengan ilmu maka imannya tidak sah (tertolak).

Seperti yang di jelaskan dalam hadits rosul:

   Wakulluman bi ghoirin ilmin ya’malu a’maluhu mardudatun la tukhbalu.
Artinya: seseorang yang melakukan amal dan tidak di dasari ilmu, maka amalnya akan di tolak (tidak di terima) oleh alloh

Ilmu iman ada empat:
  Syariat, thoriqoh, hakikat, ma’rifat.

Ilmu syariat adalah ilmu yang mengetahui asal mula jasad dan mengetahui tingkah laku jasad, terhadap sesuatu yang d perintahkan oleh allah kepada jasad.

Hadits: ma abidalloh bi syaiin afdholu illa min fikhin fi diin.

Artinya: ora ono sinembah sopo alloh kelawan coro pye wae ko’ biso utomo kejobo kang ngaggo pengertian agomo.

Contohnya:  kita melakukan shalat, di dalam shalat itu mempunyai sebuah aturan-aturan yang berlaku baik dalam hal sebelum melakukan shalat, di dalam shalat dan setelah melakukan shalat. Orang yang akan melakukan shalat di wajibkan memakai pakaian yang suci dari kotoran/najis, dan di waktu shalat di tuntut untuk selalu berdzikir dan ingat kepada alloh. Ini adalah sebuah aturan yang berlaku di dalam melaksanakan shalat

Contohnya: di saat kita bekerja, kita di tuntut untuk mematuhi aturan yang berlaku untuk kelancaran dan keselamatan dalam bekerja.
Dari contoh diatas bias di ambil kesimpulan segala sesuatu itu memiliki sebuah aturan dan aturan tersebut harus di taati apabila kita melaksanakannya. Seperti yang di contohkan oleh nabi bahwa sesuatu yang bersifat dhohir itu adalah syariat dan itu itu harus mengerti ilmu syara’. Dan caranya adalah harus mengetahui asal kejadian jasad, cara untuk mengetahui asal kejadian jasad harus mengetahui nurrulloh dan nur Muhammad, untuk mengetahui nur alloh dan nur Muhammad harus mengettahui dzat sejati. Karena asal mula adanya syariat itu adalah dari dzat sejati (dzat alloh).

Bab II

Ilmu thoriqot.

Ilmu thoriqot adalah ilmu mengetahui tentang ruh, asal mula ruh dan aktifitas ruh dan kejadian ruh. Juga harus mengetahui asal mula nafas. Aktifitas dan terjadinya nafas.
Cara untuk mengetahui asal muasal ruh dan nafas itu harus mengetahui anasir ruh dan anasir khaq. Di saat sudah mengetahui anasir ruh dan anasir khaq, maka akan mengetahui bilangan ruh dan bilangan nafas, aktifitas  ruh dan aktifitas nafas, sedangkan bilangan ruh itu ada tujuh diantaranya: ruh kuddus,ruh jasmani, ruh rohmani, ruh robbani, ruh sirri, ruh nurani, ruh sirmani, ruh ruhani. Semua ruh tersebut berasal dari huruf HA lafadz ALLOH yang di namakan alif tansur, di saat belum nyata alif tansur masih berwujud Ha, yo hu, bunyinya yah hu(………..).
Setelah menjadi alif tansur bisa di sebut manugso majazi atau bias di sebut manuk majazi. Yaitu benih yang bisa menumbuhkan dunia beserta isinya, dan juga menumbuhkan jasad atau jasmani. Tetapi harus di mengerti sebenarnya dunia beserta isinya itu tidak bias bergerak dan beraktifitas apabila tidak ada hidup (urip). Jadi manuk majazi tidak bisa beraktififas apabila manuk hakiki tidak bergerak. Dan semuanya tidak bisa bergerak apabila tidak adanya hidup jati, hidup jati yaitu manungso sejati yaitu sejatine hidup hidup sejati.

Bab III

Penjelasan tentang dhohir dan bahtin.

Dhohir adalah sesuatu yang bisa di terlihat oleh mata kepala

Bathin adalah sesuatu yang hanya bisa di lihat oleh nur bashiroh (mata hati)

      Pada hakikatnya manusia adalah dhohir bathin. Dalam arti dhohir itu hamba (kawulo) bathin adalah pengeran, dhohir itu Muhammad bathin itu alloh, dhohir itu jasad bhathin itu urip sebab dhohir itu asal dari nur Muhammad dan bathin asal dari nurulloh. Dalam arti, hidup itu berasal dari nurulloh seedangkan jasad berasal dari nur Muhammad. Kalau hidup itu bisa di artikan qodim dan jasad itu bisa di artikan mukhdas (baru). Jadi sebagai manusia itu harus mengetahui dhohir dan bathin. Sebab apabila tidak mengerti dhohir dan bathinnya, bisa di bilang orang tersebut tidak mengerti mana yang di namakan hamba dan mana yang di namakan gusti (pengeran), tidak mengetahi yang menyembah dan sejatinya yang di sembah. Dan apabila sudah mengetahui sejatinya kawulo dan mengetahui sejatinya gusti, baru dia akan mengetahui siapa yang menyembah dan siapa yang di sembah, berarti sudah mengetahui sejatinya yang hidup dan sejatinya yang mati, kemudian mengetahui hakikat diri dan mengetahui hakikat pengerannya. Dan apabila sudah mengetahui hakikat awake dewe (dirinya) berarti dia kenal akan tuhannya. 

Firman alloh dalam kitab suci:

Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu waman jahila nafsahu faqod jahila robbahu faqod kafaro…

Artinya: barang siapa yang mengenal hakikat jati dirinya maka dia mengenal hakikat tuhannya dan barangsiapa belum kenal hakikat jati dirinya maka dia tidak akan bisa mengenal tuhannya, dan barang siapa tidak mengenal tuhannya maka urang itu kufur.

Ini adalah ilmu thoriqoh yaitu jalan mengerti sejatinya alloh dan jalan kembali pada alloh bukan jalan sowan kepada alloh.

Seperti firman alloh dalam surat al bqoroh ayat 1 – 5.